PENDIDIKAN PESANTREN DALAM PRESPEKTIF GENDER

Authors

  • anik faridah

DOI:

https://doi.org/10.5281/kurikulajurnalpendidikan.v5i1.494

Keywords:

pesantren, pendidikan dan gender

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat Muslim dan ikut terlibat langsung dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan telah memberikan kotribusi yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Pendidikan pesantren dan gender adalah dua hal yang selalu menarik untuk diperbincangkan, sebab penggagas pendidikan untuk perempuan adalah melalui didirikannya Madrasah diniyah yang diselenggrakan di lembaga pendidikan pesantren, sehingga kini, kita bisa  melihat kiprah perempuan disegala sektor sekarang sudah mulai memiliki jabatan dan kedudukan, baik dalam ranah kultural maupun structural. Dalam arti, jika dahulu ada anggapan bahwa perempuan adalah orang kedua, maka sekarang anggapan tersebut sudah  tidak relevan lagi. Namun jika kita telisik lagi, munculnya tokoh-tokoh perempuan di arena public bahkan hanya sering terdengar sebagai ikon persamaan kesempatan, dan bukan sebagai manifestasi yang konsisten dari kebijakan berbasis kesetaraan gender. Pada titik inilah “bias gender†dirasakan masih kental ditemukan dalam berbagai segmen kehidupan masyarakat.

Pada umumnya pergerakan perempuan itu muncul sebagai jawab atas respon terhadap permasalahan yang muncul. Pada masa awal abad XX hingga masa kemerdekaan; strategi yang ditempuh oleh gerakan perempuan adalah untuk meningkatkan kedudukan perempuan dan mencapai Indonesia merdeka.[1] Pasca kemerdekaan; keterlibatan dan eksistensi perempuan adalah selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan bagi kemajuan kaum perempuan disegala aspek kehidupan, baik melalui pendidikan dan pengajaran di sekolah atau di pesantren maupun eksistensinya di dunia kerja dan politik.


[1] Samsul Nizar, Sejarah Sosial & Dinamika Intelektual Pendidikan Islam di Nusantara, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013),  206-207.

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisionalyangtumbuhdanberkembangditengah-tengahmasyarakatMuslimdan ikut terlibat langsungdalam upayamencerdaskankehidupan bangsa dan telah memberikankotribusiyang
cukup
signifikan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pendidikan pesantren dan gender adalah dua hal yang selalumenarik untuk diperbincangkan, sebab penggagas pendidikan untukperempuan adalah melalui didirikannya Madrasah diniyah yang diselenggrakandilembagapendidikanpesantren,sehinggakini,kitabisa

melihatkiprahperempuandisegalasektorsekarangsudahmulaimemilikijabatandankedudukan, baikdalamranahkulturalmaupunstructural.Dalamarti,jikadahuluadaanggapanbahwaperempuanadalah
orangkedua, maka sekarang anggapan tersebut sudah  tidak relevanlagi.Namun jika kita telisik lagi, munculnya tokoh-tokoh perempuandiarena publicbahkanhanyaseringterdengar sebagaiikonpersamaankesempatan,danbukan sebagai manifestasiyangkonsisten dari kebijakanberbasis kesetaraan gender.Pada titik inilah “bias gender†dirasakanmasihkental ditemukandalamberbagai segmenkehidupan masyarakat.  Pada umumnya pergerakan perempuan itu muncul sebagaijawab atas respon terhadap permasalahan yang muncul. Pada masaawal abad XX hingga masa kemerdekaan; strategi yang ditempuh olehgerakan perempuan adalah untuk meningkatkan kedudukan perempuandan mencapai Indonesia merdeka. Pasca kemerdekaan; keterlibatandan eksistensi perempuan adalah selalu berupaya meningkatkan kesejahteraandanpemberdayaan bagikemajuan kaumperempuan disegalaaspekkehidupan, baikmelalui pendidikandanpengajaran disekolah 1atau di pesantren maupun eksistensinya di dunia kerja dan politik.

References

‘Ala, Abdul, Pembaruan Pesantren, Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2006.

Chirzin,Habib. “Teguh pada Nilai Salaf dan Ahlussunnah wal Jama’ah†Rubrik Wawasan dalam Jurnal Pesantren, N0. Perdana, Oktober-Desember, 1984.

Dhafir, Zamakhsyari Tradition and Change in Indonesian Islamic Education, Jakarta: Office of Religious Research dan development Ministry of Religious Affairs The Republik of Indonesia, 1995.

Handayani, Trisakti dan Sugiarti, Konsep dan Teknik Penelitian Gender. Malang: UPT. Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.

Freire,Paulo dkk. Menggugat Pendidikan ,Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Marwan Saridjo, Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia, Jakarta: Penerbit Dharma Bhakti, 1982.

Macdonald, Mandy dkk. Gender dan Perubahan Organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Santrock, Jhon W. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2011.

Samsul Nizar, Sejarah Sosial & Dinamika Intelektual Pendidikan Islam di Nusantara, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013.

Tholkhah, Imam dkk. Membuka Jendela Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.

Wahid, Abdurrahman, Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan, Jakarta: Desantara, 2001.

Downloads

Abstract View: 45,

Published

2020-09-15