KONTRIBUSI HARTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM
PDF (Bahasa Indonesia)

How to Cite

Syaidun. (2021). KONTRIBUSI HARTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM. Investama : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 5(2), 93–104. Retrieved from https://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/investama/article/view/565

Abstract

Al-quran mengajarkan kepada umatnya untuk berbuat adil dan menegakan keadilan dalam aspek hukum dan ekonomi.Keadilan dalam peradiqma ekonomi dilakukan dengan pemertaan distribusi kekayaan dan sumber daya alam kepada masyarakat secara nyata. Ketidak adilan dan monopoli dalam ekonomi islamadalah tindakan yang dilarang, karena itu prinsip ekonomi islam selalu meng- anjurkan agar manusia berbuat baik, jujur dan adil. Oleh karena itu, prinsip ekonomi Islam yang menjadi bagian ajaran Islam, tidak sekedar mengajarkan peraturan (hukum), tetapi memberikan jaminan untuk terwujudnya kesejahteraan. Pemerataan ekonomi akanmewujudkan mengurangi kemiskinan dan kesejahteraan social.Kesejahteraan ekonomi dapat dilakukan dengan mendirikan lembaga keuangan syariah, seperti (Koperasi, BMT, bank, lembaga zakat dan lainya) sebagai penyalur harta dan modal. Tujuannya, agar pembagian-distribusi harta kekayaan bias merata, bantuan dana dari pemerintah dapat disa- lurkan dengan baik kepada masyarakat melalui lembaga keuangan syariah atau lembaga zakat. Strategisnya dan metode ini sangat penting dalam kehidupan ekonomi, agar terpenuhinya kebutuhan manusia dan terciptanyake- sejahteraan bagi seluruh umat manusia. Mengingat akti- vitas ekonomi merupakan salah satu sarana untuk hidup- sejahtera di dunia, diharapkan akan mampu menjadi pendorong atau sebagai fasilitasuntuk mencapai kese- jahteraan di akhirat. Maka aktivitas ekonomi ini adalah anjuranagama bagi setiap manusia, hal inilah yang mendapatkan respon positif olehmasyarakat.Ali Syariati menyebutkan bahwa monopoli barang atau harta kepada orang tertentu disebut tindakan dholim. Artinya, bere- darnya harta dikalangan orang-orang tertentu akan mendatangkan ketidak- adilan dan kedzaliman bagi masya- rakat. Larang tersebut dinelaskan dalam al-quran dan Hadist nabi Saw, bahwa agar harta kekayaan tidak beredar kepada orang-orang kaya atau orang tentu. Tuju- annya agar, semua manusia mendapatkan kesempatan yang sama dalam bekerja, transaksi dan sumber daya alam, sehingga kesejahteraan yang diimpikan bisa tercapai.

كَْي لَا يَكُونَدُول َةًبَيْنَاْلَأ ْغنِيَاءِمِنْكُم

Artinya: “Supaya harta itu jangan hanya beredar diantara golongan kaya diantara kamu”.

PDF (Bahasa Indonesia)
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.