EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DALAM BINGKAI SLOGAN NGAWI RAMAH

Authors

  • Hanifah Hikmawati Institut Agama Islam Ngawi

DOI:

https://doi.org/10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.929

Abstract

Abstrak: Pasar tradisional di era milenial mulai terasingkan atas kehadiran pasar modern yang merajalela tidak hanya di kota, namun sudah merambah ke pelosok-pelosok desa. Keterasingan ini dikarenakan banyak orang yang merasa lebih nyaman berkunjung ke pasar modern karena dinilai lebih bersih, aman, rapi, dan wangi. Mendasar pada problematika tersebut, pemerintah dan masyarakat perlu untuk bersinergi dalam merawat keberadaan pasar tradisional agar tidak hilang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sudut pandang keilmuan kajian budaya, yaitu didasarkan pada pengumpulan, analisis, dan interpretasi data berbentuk narasi serta visual. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa slogan “Negeri Ngawi Ramah” dengan makna filosofi perilaku ramah dan juga “dari, oleh dan untuk” Ngawi, mampu mengintegrasikan eksistensi pasar tradisional sebagai media merawat kearifan lokal. Esensi dari pasar tradisional adalah transaksi sosial dan upaya tawar menawar. Dua hal itu yang tidak ditemui di pasar modern. Keberadaan pasar menjadi simbol kemanusiaan yang harmonis, humanis, dan naturalis yang sesuai fitrah manusia sebagai makhluk sosial.

Kata Kunci: pasar tradisional, Negeri Ngawi Ramah, kabupaten Ngawi

 

Abstract: Traditional markets in the millennial era have begun to be alienated from the presence of modern markets which are rampant not only in cities, but have penetrated remote villages. This alienation is because many people feel more comfortable visiting modern markets because they are considered cleaner, safer, neater, and smell better. Based on these problems, the government and society need to work together in caring for the existence of the market so that it does not disappear. The research method used is descriptive qualitative with a scientific point of view of cultural studies, which is based on the collection, analysis and interpretation of data in the form of narrative and visual. The results of this study explain that the slogan "Negeri Ngawi Ramah" with the meaning of the philosophy of friendly behavior and also "from, by and for" Ngawi, is able to integrate the existence of traditional markets as a medium for caring for local wisdom. The essence of traditional markets is social transactions and bargaining efforts. Two things that are not found in the modern market. The existence of the market is a symbol of a harmonious, humanist and naturalist humanity which is in accordance with human nature as a social being.

Keywords: traditional market, Negeri Ngawi Ramah, Ngawi district

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Abstract View: 102,

Published

2023-09-03

Issue

Section

Articles