Pandangan Ulama Tentang Hak Ruju’ Perempuan dalam Perspektif Hukum Islam

Syaidun Syaidun

Abstract


Perkawinan merupakan sebuah kontrok sosial yang didasarkan pada persetujuan dan kesepakan dari kedua belah pihak, demikian juga dari akibat kontrak sosial ini akan timbul pembatalan perkawinan, masa iddah maupun kembalinya anatara keduanya dalam sebuah perkawinan(ruju‟) hal ini harus didasarkan pada persetujuan dari kedua belajh pihak, karena tujuan dari semua itu adalah unutk menjaga hak-hak serta kewajiban-kewajiban anatara keduanya. Para ulam memandang bahwa ayat yang berkaitan dengan ruju‟ adalah sebagai petunjuk Allah tentang etika dalam hubungan rumah tangga antara suami istri, dan ayat ini pula juga mnegaskan atas hak-0hak perempouan untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari suaminya.Dan ayat ini pula seakan-akan memberi persyaratan bagi suami yang berbuat baik terhadap istri termasuk pula dalam hal ruju‟, jika suatu pemahaman ini di tekankan maka kita bisa melihat bahwa kaum perempuan berhak mendapatkan perlakuan yang baik dari suami yang ingin kembali meruju‟nya.

Dengan ayat yang berkaitan dengan ruju‟ dapat menjamin dan dapat di jadikan syarat bagi akad ruju‟ yang dikehendaki oleh suami, sehingga pihak istri dapat menolak ataupun menerima ruju‟ yang akan dilakukan oleh suami yang telah menceraikannya. Dan dengan khuluk sang istri dapat melepaskan diri dari perbuatan suami dari ikatan perkawinan yang sah, dengan cara menebus atas hak-hak suami yang telah diberikan kepadanya, dan dengan khuluk juga istri juga mempuayai hak untuk ruju‟ kepada suami yang mana telah mentalaknya.


Keywords


Hukum; Ruju; Perempuan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

_________________

Jl. Ir. Soekarno No. 99 Ring Road Barat Ngawi
www.iaingawi.ac.id
E-Mail: investama@iaingawi.ac.id

Map Coordinate: Lat -7.4222441, Long 111.4222954,795