SISTEM FISKAL DAN INFLASI PADA MASA ABU BAKAR AS-SHIDIQ AS

Hamdani Hamdani

Abstract


Kebijakan Fiskal adalah perangkat terpenting dalam mensejahterakan masyarakat. Negara yang sudah maju akan menggunakan kebijakan fiscal sebagai intrumen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan Negara. Negara akan menerima pendapatan berupa pajak umum, pajak progresif, pajak bea cukai dan pinjaman uang untuk mendistribusikan Pendapatan Negara kepada Masyarakat. Indonesia sebagai Negara dalam katagori menengah akan berusaha untuk mengatur fiscal baik pengeluaran untuk gaji pegawai Negeri, pejabat Negara dan lainnya, juga mengatur dalam hal kebijakan utang luar negeri sebagai instrument pertumbuhan ekonomi.
Pada masa Umar Bin Khatab, Islam telah menerapkan kebijakan fiscal yang relative aman dan adil, karena Umar menerapkan pendapatan Negara melalui pajak umum, zakat, dan utang sebagai cita-cita mensejahterakan umat Islam. Hal itu terwujud karena Umar Bin Khattab menjunjung tinggi distribusi pajak dan penggunakan fiscal untuk kesejahteraan umat islam. Pajak yang diperoleh dari pajak umum, pajak progresif, pajak bea cukai, pajak pasar digunakan sepenuhnya untuk masyarakat muslim.


Keywords


Kebijakan fiscal, Inflasi, Abu Bakar As-shidiq AS

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

_________________

Jl. Ir. Soekarno No. 99 Ring Road Barat Ngawi
www.iaingawi.ac.id
E-Mail: jurnalalmabsut@gmail.com

Map Coordinate: Lat -7.4222441, Long 111.4222954,795