Vol. 14 No. 2 (2020): SEPTEMBER
Articles

SEJARAH SOSIAL PEMIKIRAN FIQIH INDONESIA (HASBI ASH-SHIDDIEQY) DAN FIQIH MAZHAB NASIONAL (HAZAIRIN)

Mahsun Mahsun
Institut Agama Islam Ngawi

Published 2020-10-12

Keywords

  • Kata kunci,
  • fiqih,
  • mazhab,
  • dan adat

Abstract

Abstrak
Secara umum, pemikiran Fiqih Indonesia dan Fiqih Mazhab Nasional (Mazhab
Indonesia) menggambarkan keseluruhan gerak usaha dan keinginan untuk
menghadirkan hukum Islam yang responsip terhadap perubahan sosial. Perbedaan kedua pemikiran ini terletak pada penekanan sumber perumusannya. Hazairin menginginkan pembentukan Fiqih Mazhab Nasional didasarkan pada fiqih mazhab Syafi’i, sedangkan Hasbi menginginkan pembentukan Fiqih Indonesia dengan mempertimbangkan semua mazhab hukum yang ada.
Dengan mencermati ide-ide Hazairin, bahkan bisa dikatakan gagasan Fiqih
Mazhab Nasional itu sebagai prolifelari (pengembangan) dari gagasan Hasbi
tentang Fiqih Indonesia. Titik temu keduanya, terutama pada entri bahwa hokum adat masyarakat harus dipergunakan sebagai bahan pertimbangan utama dalam proses pembangunan hukum Islam di Indonesia. Dari sini kedua gagasan ini seperti matan (naskah awal) dan syarah (ilustrasi naskah awal).
Kata kunci: fiqih, mazhab, dan adat

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Daftar Pustaka
  2. Akh.. Minhaji, Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958), (Yogyakarta : Kurnia Kalam Semesta Press, 2001)
  3. Al Yasa Abu Bakar, Ahli Waris sepertalian Darah : Kajian Perbandingan terhadap Penalaran Hazairin dan Penalaran Fiqih Mazhab, (Jakarta : INIS, 1998
  4. Hasbi ash-Shiddieqy, “Tugas Para Ulama sekarang dalam Memelihara dan Mengembangkan Qur’an Hadis dan Fiqih dalam Generasi yang Sedang Berkembangâ€, Panji Masyarakat, Th. XIV No 123, 15 Maret 1973
  5. Hasbi ash-Shiddieqy, Syariat Islam Menjawab Tantangan Zaman, (Jakarta : Bulan Bintang, 1966)
  6. Hasbi ash-Shiddieqy, Falsafah Hukum Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1975)
  7. Hasbi ash-Shiddieqy, Beberapa permasalahan zakat, (Jakarta : Tinta Mas, 1976)
  8. Hasan Shadily (ed), Ensiklopedi Indonesia 1, (Jakarta : Iktiar Baru, 1980) ; Entri Hazairin, dalam Tempo (ed), Apa dan Siapa orang-orang Indonesia 1981-1982, cet.1 (Jakarta : Grafity Press, 1981)
  9. Hazairin. Hukum Kewarisan Bilateral menurut Qur’an Hadis, (Jakarta ; Tintamas, 1982)
  10. Hazairin, Hendak Kemana Hukum Islam, (Jakarta : Tintamas, 1976)
  11. Hazairin, Demokrasi Pancasila, (Jakarta : Tintaas, 1973)
  12. Hazairin, Hukum Kekeluargaan Nasional (Jakarta : Tintamas, 1982)
  13. Ir. Sukarno, Di bawah Bendera Revolusi, cet 3 (Djakarta : Panitia Penerbit di Bawah Bendera Revolusi, 1964),
  14. K.N. Sofyan Hasan dan Warkum Sumitro, Dasar-dasar memahami Hukum Islam di Indonesia (Surabaya : Usaha Nasional, 1994)
  15. Nourouzzaman Siddiqi, fiqih Indonesia : Penggagas dan Gagasanya, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1997).
  16. Nourouzzaman Siddiqi, “Muhammad T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Perspektif Sejarah pemikiran Islam di Indonesia “, dalam Al Jami’ah Nomor 35 1987
  17. Ratno Lukito, Pergumulan Antara Hukum Islam dan Adat di Indonesia, (Jakarta : INIS, 1998)
  18. Sayuti Thalib, Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia in Memorian Prof. Mr. Hazairin, (Jakarta : UI Press, tt)
  19. Syamsul Wahidin dan Abdurrahman, Perekembangan Ringkas Hukum Islam di Indoneia, (Jakarta : Akademika Pressindo, 1984)