GENDER DALAM PENDIDIKAN PESANTREN

Anik Faridah

Sari


Abstrak

Pendidikan pesantren dan gender adalah dua hal yang selalu menarik untuk diperbincangkan, sebab penggagas pendidikan untuk perempuan adalah melalui didirikannya Madrasah diniyah yang diselenggarakan di lembaga pendidikan pesantren, sehingga kini, kita bisa  melihat kiprah perempuan disegala sector, sekarang perempuan sudah mulai memiliki jabatan dan kedudukan, baik dalam ranah kultural maupun structural, serta kontribusi gerakan perempuan Islam di Indonesia kini juga mulai patut diperhitungkan. Dalam arti, jika dahulu ada anggapan bahwa perempuan adalah orang kedua, maka sekarang anggapan tersebut sudah  tidak relevan lagi.Namun jika kita telisik lagi, munculnya tokoh-tokoh perempuan di arena public bahkan hanya sering terdengar sebagai ikon persamaan kesempatan, dan bukan sebagai manifestasi yang konsisten dari kebijakan berbasis kesetaraan gender.Pada titik inilah “bias gender” dirasakan masih kental ditemukan dalam berbagai segmen kehidupan masyarakat.

Dinamika kesetaraan gender melalui pendidikan dan pengajaran di Pesantren (bahkan di sekolah umum), merupakan isu –isu yang yang selalu hangat untuk didiskusikan.Untuk itu itu diperlukan tolak ukur yang jelas untuk dapat melihat persoalan pokok secara lebih jelas.Karena itu, isu eksistensi perempuan (Islam) di Indonesia, khususnya isu terhadap kesetaraan gender melalui pendidikan dan pengajaran di sekolah (terutama di pesantren).Belakangan muncul secara signifikan dan menarik, terutama bila dibanding dengan gerakan para kaum laki-laki.Dalam bebrapa aktivitasnya, gerakan perempuan berada dibawah bayang-bayang dimana organisasi tersebut dilahirkan.Permasalahan tersebut dapat diperluas lagi dengan mempertanyakan tentang kedudukan dan peran yang telah dimainkan kaum perempuan, terutama dilingkungan lembaga pendidikan pesantren di Nusantara.

 

Keywords: pesantren, pendidikan dan gender


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


‘Ala, Abdul, Pembaruan Pesantren, Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2006.

Chirzin,Habib. “Teguh pada Nilai Salaf dan Ahlussunnah wal Jama’ah” Rubrik Wawasan dalam Jurnal Pesantren, N0.Perdana, Oktober-Desember, 1984.

Dhafir, Zamakhsyari Tradition and Change in Indonesian Islamic Education, Jakarta: Office of Religious Research dan development Ministry of Religious Affairs The Republik of Indonesia, 1995.

Freire,Paulo dkk. Menggugat Pendidikan ,Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Handayani, Trisakti dan Sugiarti, Konsep dan Teknik Penelitian Gender. Malang: UPT. Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.

Lucy A. Whalley. Meletakkan Islam kedalam Praktek: Perkembangan Islam dalam Prespektif Gender. Bandung: Mizan, 1998.

Macdonald, Mandy dkk. Gender dan Perubahan Organisasi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 1999.

Marwan Saridjo, Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia, Jakarta: Penerbit Dharma Bhakti, 1982.

Nizar, Samsul. Sejarah Sosial & Dinamika Intelektual Pendidikan Islam di Nusantara, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013.

O’neil, William. Ideologi-ideologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Ramayulis dan Samsul Nizar, Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Islam di Dunia Islam dan Indonesia, Jakarta: Quantum Teaching, 2005.

Rasyad, Aminuddin. “Rahmah al Yunusiah: Kartini Perguruan Islam”. Dalam Taufiq Andullah (eds), Manusia dalam Kemelut Sejarah, Jakarta: LP3ES, 1978.

Santrock, Jhon W. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2011.

Tholkhah, Imam dkk. Membuka Jendela Pendidikan, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004.

Wahid, Abdurrahman,Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan, Jakarta: Desantara, 2001.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




##submission.license.cc.by4.footer##

     

_________________

Jl. Ir. Soekarno No. 99 Ring Road Barat Ngawi
www.iaingawi.ac.id
E-Mail: jurnalalmabsut@gmail.com

Map Coordinate: Lat -7.4222441, Long 111.4222954,795