SANKSI PIDANA ANAK DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG PENGADILAN ANAK DAN HUKUM ISLAM

Sya'idun Sya'idun

Sari


Abstrak

Bagi anak-anak tidak berlaku hukuman qisas, hukuman hudud, melainkan adalah tazir. Tidak diterapkannya qisas dan hudud karena anak-anak belum mukalaf, sedangkan tazir diterapkan dengan syarat bersifat hukuman untuk pendidikan/pengajaran. Kedua konsep hukum tersebut terdapat persamaan dan perbedaan antara Undang-undang Pengadilan Anak dengan aturan kejahatan anak dalam hukum Islam. Persamaan yaitu hukuman yang diberikan adalah sifatnya mendidik. Pemberian hukuman di Indonesia, penjara merupakan pilihan terakhir bagi pidana anak dan pemberiannya separuh hukuman bagi orang dewasa. Penjara dengan bahasa yang dipakai sekarang Lembaga Pemsyarakatan Anak (lapas anak), memiliki dua fungsi yaitu pendidikan sekaligus penjeraan. Oleh sebab itu menjadi harapan kepada hakim Pengadilan Negeri jika anak pelaku kejahatan ringan dan usianya masih muda jika masih dapat dididik diluar lapas seharusnya hakim memberi kesempatan anak tersebut memperbaiki kesalahannya tanpa masuk penjara. Anak diserahkan kembali kepada orang tua dan pengasuhnya dengan syarat-syarat tertentu, dititip kelembaga sosial anak. Jadi memasukkan anak ke lembaga pemasyarakatan harus dijadikan sebagai perbaikan paling terakhir bagi anak. Hukum Islam, dalam hal ini hukuman penjara sudah dikenal semenjak Rasulullah, hal serupa ditemukan di masa Umar dan sahabat lainnya. Para ulama mazhab menjustifikasi penjara sebagai salah satu bentuk hukuman tazir. Hanya saja tidak ditemukan suatu dalil anak-anak dipenjara. Pendapat yang menyatakan adanya penjara bagi anak diperoleh dari ulama kontemporer seperti Abu Zahrah dan Abdul Qadir Audah. Ini menunjukkan bentuk hukuman bagi anak masuk kepada lapangan fiqih.

 

Kata kunci : sanksi pidana, anak, Undang-undang Pengadilan Anak dan Hukum Islam


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

A.A.A Raden Cahaya Prabu, Perkembangan Taraf Intelegensi Anak, Bandung; Angkasa, 1985, hlm.9

Abdul Qadir Audah, At-Tasyri’ah al-Jina’I al-Islamiah, Bairut: dar al-Kutub al-arabi,tt, Jilid . hlm. 680

Abi Ja’far Muammad bin Jarir at-Thabari, bairut: al-Kitab Ilmiah, 1999, jilid 3, Cet Ke.3. hlm 589

Abi Muhammad bin ahmad bin Muhammad bin Qudamah al-Maqaddisi, al-Mugni, Bairut Darul Kitab Ilmiah, 1994, Jilid 8.

Abu Daud, Sunnah Abi Daud, Bairut;Darul Kitab Ilmiah, 1996, Jilid 1. Hlm. 173

Agung Wahyu, Peradilan Anak Di Indonesia, Jakarta : sinar Grafika, 1993, Cet. Ke.3. Hlm. 53

Al-Hafidh al-kabir, abu Bakar, Aburrazaq bi Hamain as-Sinai, Mushannaf abdur Razaq, (tanpa Nama kota : Habiburrhaman al’Zam), Jilid 10. Hlm. 174

Al-Imam Abi Abdillah bin Idris As-Suafi’I, al-Um, Bairut: darul al-Kitab Ilmiah, tt, Hlm. 246

Chaidir Ali, Yurisprudensi Indonesia Tentang Perbuatan Melawan Hukum, Bandung; Bina Cipta, 1994. Hlm. 84

Drs, Taufik S.H. dan kawan-kawan, Mimbar Hukum No 55, Jakarta Binbaga Islam 1995, hlm. 109

Gatot Supramono, Hukum Acara Pengadilan Anak, Jakarta:Penerbit Djambatan,2000, Hlm. 212

Imam Ahmad bin Hanbal, Musnat, Bairut : Darul Jiil, tt, Jilid 2. Hlm. 172

Imam Alamuddin Abu Bakar bin Mas’ud al-Kasani al-Hanafi, Badaa’I as-Sanai’I, Bairut ;Darul Fikri, tt, Jilid 7. Hlm. 254.

Kartini Kartono, Bimbingan Bagi Anak dan Remaja Yang Bermasalah, Jakarta : raja wali Pers, 1985, hlm. 7

M. Qurais Shihab, Tafsir al-Misbah, Ciputat: Lentera Hati, Jilid 2, Cet Ke. 1, Hlm. 333

Maulana Hasan Wadong, Pengantar Advokasi Dan Perlindungan Anak, Jakarta : PT Gramedia Widasarana Indonesia, 2000. Hlm 88

Much. Lukman Fathullah Rais SH. Tindak Pidana Perkelahian Pelajar, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1997, hlm. 5

Muljatno, Azaz-Azaz Hukum Pidana, Yokyakarta : Gajah Mada Pers, 1980, Hlm. 107.

Pusat Pengembangan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Bahasa Indonesia II,Jakarta : PT. Aqua Pers, 1983, hlm. 1432

R. Soesilo, Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Bogor: Politea,tt, hlm. 46

Rahmat Hakim, Hukum Pidana Islam, Bandung : Pustaka Setia, 2000, Cet. Ke. 1, hlm 141

Ruway’I ar-Ruhaily, Fiqih Umar I, Jakarta : Pustaka al-Kausar, hlm. 173

Sayid Sabiq, Fiqhus Sunnah, Kuawit: Darul al-Bayan,1978. Juz, X, hlm. 89

Sinar Grafika, Undang-Undang Peradilan Anak, Jalarta : Sinar Grafika, hlm. 5-9

Sumadi Surya Brata, Perkembangan Individu, Jakarta;Radar Jaya Ofset, 1982. Hlm.6

Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Pidana Mati Dalam Syari’at, Semarang,PT. PustakaRizki Utama, 1998, hlm. 5-6

Topo Santoso S.H. Membumikan Hukum Pidana Islam,Jakarta : Gema Insani Pers, hlm. 22-23

Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa adillatuhu, juz VI,Dar Al-Fikr, Damaskus, 1989, hlm. 197


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




##submission.license.cc.by4.footer##

     

_________________

Jl. Ir. Soekarno No. 99 Ring Road Barat Ngawi
www.iaingawi.ac.id
E-Mail: jurnalalmabsut@gmail.com

Map Coordinate: Lat -7.4222441, Long 111.4222954,795