PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS DALAM PERSPEKTIF PERENIALISME

Arif Ma’mun Rifa’i

Sari


ABSTRAK; Bahasa merupakan alat komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari manusia yang digunakan untuk mengetahui informasi, menyampaikan ide atau gagasan. Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa asing yang dipandang penting untuk dipelajari di Indonesia sebagai persiapan menyongsong era globalisasi. Oleh karena itu pendidikan bahasa Inggris hendaknya memperhatikan metode dan tujuan pengajaranya agar tujuan dan fungsi bahasa Inggris dapat dicapai tanpa mengesampikan nilai budaya yang ada di Indonesia. Nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah konsep pendidikan telah diformulasikan secara intergral dalam payung dari disiplin ilmu pendidikan salah satunya filsafat perennial. Perenialisme identik dengan pengilhaman psikologi dari realitas ilahiyah nilai nilai yang tinggi pada keyakinan yang bersifat metafisik, bahwa pendidikan dalam aliran perenialisme cenderung bersifat religius dan lebih berorientasi pada agama aturan dogmatis, mengedepankan pada tradisi dan budaya masa lalu, mendasarkan pada kesatuan, menemukan persamaan-persamaan. Pada pendidikan bahasa Inggris dalam pandangan perenialisme mengedepankan pada : Mental Disipline dalam menerapkan aturan bahasa serta dalam mempraktekanya, Azas berpikir dan kemerdekaan, otoritas berpikir harus disempurnakan sesempurna mungkin; Learning to Reason (belajar untuk Berpikir) dapat diterapkan pada menulis dan membaca kritis bahasa Inggris; Belajar untuk berpikir berarti pula guna memenuhi fungsi practical philosophi baik etika berbahasa, sosial politik, ilmu dan seni relevansinya dengan budaya dalam bahasa Inggris; Guru berkedudukan sebagai mediator antara materi ajar dengan anak yang melakukan penyerapan pengajaran bahasa Inggris.

Kata Kunci


Pendidikan Bahasa Inggris, Perspektif Perenialisme

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alwasilah, Chaedar. A. (2013). Filsafat dan bahasa. Bandung : Rosda Karya.

Al-Fandi, Haryanto. (2011). Pembelajaran yang demokratis & humanis, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Asy’ari, Musa. (2000). Dialektika agama untuk pembebasan spiritual. Yogyakarta: LESFI.

Barnadib , Imam. (1997). Filsafat pendidikan sistem dan metode. Yogyakarta : Andi Offset.

Brown, D. (2007). Principles of language and teaching (Fifth Edition). San Fransisco State University: Pearson Longman.

Gunawan, Adi. (2001) Kamus ilmiah popoler. Surabaya : Kartika.

Hidayat, Komaruddin dan Muhammad Wahyuni Nafis, (2003) Agama masa depan perspektif filsafat perennial. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Kant, Immanual. Kritik der Reinen Vernunft. (1986). Critique of pure reason (Terj. Norman K. Smith). New York: St. Martin’s Press.

Kuswanjono, Arqom (2006). Ketuhanan dalam telaah filsafat perenial perenial : Refleksi Pluralisme Agama Di Indonesia, Yogyakarta : Badan Penerbitan Filsafat UGM.

Mas’ud, Abdurrahman. (2004) Menggagas format pendidikan nondikotomik. Yogyakarta: Gama Media.

Noor , Mohammad Syam. (1998) Filsafat Kependidikan dan filsafat kependidikan pancasila. Surabaya : Usaha Nasional.

Rahman, Maman (1993) Strategi dan langkah–langkah penelitian pendidikan. Semarang: Ikip Semarang Pers.

Samuel. (1986) Gagasan-gagasan besar tokoh-tokoh dalam bidang pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Suseno, Frans Magnis. (2003) Islam dan humanisme, aktualisasi humanisme islam di tengah krisis humanisme spiritual, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syah, Sirkit (Ed.).(2012). Rekonstruksi pendidikan. Surabaya: Unesa University Press.

Todd, Loreto. (2000). Introduction to linguistic. Singapore: York Press.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




##submission.license.cc.by4.footer##

     

_________________

Jl. Ir. Soekarno No. 99 Ring Road Barat Ngawi
www.iaingawi.ac.id
E-Mail: jurnalalmabsut@gmail.com

Map Coordinate: Lat -7.4222441, Long 111.4222954,795